Minggu, 18 Oktober 2009

hijauan makanan ternak


HIJAUAN MAKNAN TERNAK
Sebagaimana kita ketahui, Hijauan Makanan Ternak (hmt), adalah merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi dunia peternakan. Tanpa manajemen pakan yang baik, niscaya ternak yang kita pelihara akan merana, karena makanan yang diberikan ke ternak tidak dapat tersedia secara tetap. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara yang tepat untuk mengatur agar supaya hmt yang diperlukan oleh ternak tidak terganggu pengadaannya.
Ada beberapa macam hijauan makan ternak yang ada di Indonesia:
a. Rumput Gajah

Rumput gajah banyak di jumpai di persawahan. Tingginya bisa mencapai 5 m, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan dapat berbunga seperti es lilin. Kandungan rumput gajah terdiri atas; 19,9% bahan kering (BK), 10,2% protein kasar (PK), 1,6% lemak, 34,2% serat kasar, 11,7% abu, dan 42,3% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN).
Rumput gajah mempunyai beberapa varietas, antara lain varietas afrika dan varietas hawai.
1. varietas afrika, ditandai dengan batang dan daun yang kecil, tumbuh tegak, berbunga dan produksi lebih rendah jika dibandingkan dengan rumput varietas hawai.
2. varietas hawai, ditandai dengan batang dan daun yang lebar, pertumbuhan rumpun sedikit menyebar, produksi cukup tinggi, dan berbunga.
Panen pertama pada rumput gajah dapat di lakukan pada umur 90 hari setelah tanam. Panen selanjutnya setiap 40 hari sekali pada musim hujan dan 60 hari sekali pada musim kemarau. Tinggi potongan dari permukaan tanah antara 10-15 cm. Produksi hijauan rumput gajah antara 100-200 ton rumput segar/hektar/tahun. Alangkah lebih baik kalau sehabis pemanenan rumput gajah diberi pupuk, pupuk dapat berupa pupuk kimia (urea, npk, tsp/kcl) ataupun pupuk alami (kotoran kambing). Sehingga pertumbuhan rumput itu akan semakin bagus dikemudian hari.
b. Rumput Raja atau King Grass
Rumput raja mempunyai karakteristik tumbuh tegak berumpun-rumpun, ketinggian dapat mencapai kurang lebih 4 m, batang tebal dan keras, daun lebar agak tegak, dan ada bulu agak panjang pada daun helaian dekat liguna. Permukaan daun luas dan tidak berbunga kecuali jika di tanam di daerah yang dingin.
Rumput raja dapat di tanam di daeah yang subur di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan curah hujan tahunan lebih dari 1.000 mm.
Produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 40 ton rumput segar/hektar sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/hektar/tahun. Mutu hijauan rumput raja lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput gajah Hawai ataupun rumput Afrika.
c. Rumput Setaria

Rumput setaria sering juga disebut sebagai rumput setaria lampung. Rumput setaria tumbuh tegak, berumpun lebat, tinggi dapat mencapai 2 m, berdaun halus dan lebar berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna merah keungu-unguan, pangkal batang pipih, dan pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas.
Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai ketinggian 1200 m dpl, dengan curah hujan tahunan 750 mm atau lebih, dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, dan tahan terhadap genangan air. Pembiakan dapat di lakukan dengan memisahkan rumpun dan menanamnya dengan jarak 60 x 60 cm. Pemupukan di lakukan pada tanaman berumur kurang lebih dua minggu, dengan pupuk urea 100 kg/hektar lahan, dan sebulan sekali di tambah dengan 100 kg urea/hektar.
Produksi hijauan rumput setaria dapat mencapai 100 ton rumput segar/hektar/tahun. Komosisi rumput setaria (dasar bahan kering) terdiri atas; abu 11,5%, ekstrak eter (EE) 2,8%, serat kasar (SK) 32,5%, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 44,8%, protein ksar (PK) 8,3% dan total digestible nutrients (TDN) 52,88%.
d. Turi (sesbania grandiflora)
Sifat khusus dari tanaman turi adalah pertumbuhannya yang begitu cepat, tinggi tanaman bisa mencapai 10 meter, dan bunga berbentuk seperti kupu-kupu berwarna merah muda atau putih. Turi dapat beradaptasi pada tanah asam yang tidak subur, kadang-kadang juga tumuh subur pada tanah yang tergenang air.
Daun turi merupakan hijauan makanan ternak yang potensial. Komposisi zat gizi daun turi terdiri atas; protein kasar 27,3%, energi kasar 4.825 kkal/kg, SDN 24,4%, lignin 2,7%, abu 7,5%, Ca 1,5% dan P 0,4%.
e. Kaliandra (calliandra calothrysus)

Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl, toleran terhadap tanah yang kurang subur, dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air.
Manfaat kaliandra pada makana ternak adalah sebagai bank protein. Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah.
Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing. Kaliandra mengandung protein kasar 22,4%, lemak 4,1%, energi kasar 46,30 kkal/kg, SDN 24,0%, lignin 1995,0%, Ca 1,6% dan P 0,2%.
f. Rumput humidicola (Bracharia humidicola)

Berasal dari Afrika Selatan dan diperkanalkan di Australia, Fiji, Papua New Guinea,
•Dan Asia Tenggara
•Nama komersial bagi biji benih rumout ini ialah B. humidicola kultiver Tully,
•Sesuai pada semua jenis tanah terutamanya tanah berpasir
•Tahan terhadap pemotongan dan hasil bahan kering tinggi
•Tidak menyebabkan fotosensitiviti kepada ruminant
•Sesuai ditanam di lading kelapa bertanah bris
•Tahan pada musim kemarau dan kawasan air bertakung
•Rumput ini tumbuhan saka yang berstolon dengan daun berbentuk lanseolat, kurang berbulu dan rimbun
•Bolih dibiak denga biji benih atau tampang
•Sesuai dipotong setiap 4 – 6 minggu
•Hasil bahan kering 11 – 18 tan/ha/tahun
•Protein kasar 10.2 % (pada tanah bris, asid sulfat dan pendalaman)
•Kekacang yang sesuai ialah epil-epil.

g. Rumput para (Brachiaria mutica)
jenis menjalar dan mudah mengeluarkan akar pada setiap ruas
•Daun berbulu berukuran kira-kira 30 cm panjang
•Sistem akarnya cetek
•Bolih tumbuh setinggi 2.5 m dan mudah dibiakkan dengan biji benih atau keratin batang.
•Berasal dari Afrika tetapi amat sesuai dengan keadaan setempat
•Hidup dengan subur jika mendapat air yang banyak dan mengalir seperti parit
•Pertumbuhan terjejas pada musim kemarau
•Untuk mendapat hasil yang tingi perlu di porong atau diragut hingga paras tanah
•Tidak bagitu tahan ragutan berbanding dengan rumput signal
•Kekacang yang sesuai ialah centro dan puero
•Hasil bahan kering 15 – 20 tan/ha/tahun (bergantung pada kesuburan tanah & pengurusan)
•Protein kasar 8.1 %

h. Rumput parit (Axonopus compressus) (berdaun leber sedikit)

Tahan lasak membiak dengan mengunakan umbisi
•Berasal dari Mexico, Amerika Tengah dan Carribean
•Membiak subur pada kawasan tanah liat
•Paling sesuai pada kelembapan tinggi
•Rumput ini disyorkan pada system menternak yang inputnya rendah
•Samada dikawasan naungan atau kawasan kurang subur.
•Tanpa memerlukan pembajaan dan tahan naungan
•Hasil bahan kering 6 – 10 tan/ha/tahun
•Protein kasar 7.5.%
•Berupaya mengeluarkan biji benih yang banyak
•Biasanya ditanam dengan mengunakan tompokan berakar
•Rumput ini lebih dikenali sebagai hiasan halaman

i. Rumput kerbau (Paspalum conjugatum)

Rumput tahunan yang mempunyai stolen
•Stolon dan batang yang tegak setinggi 20 – 60 cm
•Daunya tirus berukuran 4 – 20 cm panjang dan 5 – 10 cm lebar
•Berasal dari kawasan Amerika dan hidup segar pada kawasan beriklim lembab,
•tanah berasid dan juga di kawasan yang bernaung
•Hasil bahan kering 6 – 12 tan/ha/tahun
•Kandungan Protein kasar dan penghadaman in-vitronya lebih tinggi dibandingkan dengan rumput yang lain
•Protein kasar 13.6 %..

j. Rumput Mardi (Dijitaria setivalva)


Berasal dari Afrika Selatan, sejenis rumput yang bersetolon .
Tumbuh bertompok-tompok dan batang yang tegak seperti serai, buku ruas mempunyai sedilit bulu halus
Stolon pada mulanya tumbuh tegak tetapi kemudian rebah dan menjalar seperti stolon biasa.
Batang dan daunnya lembut dan bolih tumbuh setinggi 30 -50 cm
Hasil bahan kering 16 – 23 tan/ha/tahun
Protein kasar 9.0 % Sesuai untuk ragutan
Sesuai dibiak dengan keratin rumpun walaupun terdapat sedikit biji benih yang subur.
Sesuai ditanam pada semua jenis tanah terutamanya jenis tanah gambur.
k. Rumput Kuda / Guinea (Panicum maximum)
Tingginya diantara 1.5 – 2 m
Terdapat beberapa jenis : Rumput kuda biasa, green panic, hamil, coloniao, dan makuaene.
Di Malaysia jenis yang biasa ditanam ialah guinea biasa dan hamil, kerana hasil yang tinggi sepanjang tahun.
Bolih menghasilkan bahan kering sebanyak 20 – 26 tan/ha/tahun (dengan jarak pemotongan 6-8 minggu )
dengan kadar pembajaan 200-400 kg N/ha/tahun
Protein kasar 11.9 %
Tahan pada musim kemarau yang panjang, memerlukan iklim yang lembab untuk hidup subur.
Tahan naungan seperti dibawah kawasan tanaman kelapa dan tanaman utama yang masih muda
Tidak sesuai dikawasan air bertakung.
l. Rumput signal (Brachiaria decumbens)


•Rumput signal tumbuh menjalar, cepat membiak dan sesuai dengan iklim lembabseperti Malaysia
•Buku ruas pada batang mengeluarkan akar dan cabang membolihkannya membiak dengan cepat.
•Tumbuh setinggi 30 – 50 cm, daunnya pendek, tirus dan tajam dihujung
•Berwarna hijau dan mempunyai sedikit bulu halus. Walaupun berbunga tetapi biji benih kurang subur
•Cara yang paling baik untuk menanam ialah dengan keratan tunggul
•Kadar penanaman dengan biji benih ialah antara 3 – 5 kg/ha
•Bolih hidup dalam keadan kemarau, tidak sesuai kawasan air bertakung
•Kombinasi kekacang yang sesuai ialah desmodium dan epil-epil
•Tahan serangan serangga dan penyakit
•Hasil bahan kering ialah 14 – 26 tan/ha/tahun,
•Protein kasar 8.5 %
•dengan kadar pembajaan 200-400 kg N/ha/tahun
•Sesuai untuk ternakan ruminant besar, ia tidak disyorkan pada kambing da biri-biri
•Kerana mengakibatkan fotosensitiviti dan jaundis
•Hasil susu dari lembu yang merabut rumput campuran dengan petai belalang atau baja N ialah 6-8 kg/ekor/hari

Ada baiknya sewaktu pemberian makanan kepada ternak di berikan secara campur. Hal ini bertujuan agar kandungan yang berada di dalam masing-masing tanaman dapat saling melengkapi, sehingga kambing akan merasa tercukupi kandungan gizi maupun proteinnya. Selain itu juga akan meminimalkan kambing merasa bosan makan apabila di sajikan dalam satu jenis tanaman saja secara berulang-ulang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar